Bagian 1: Cinta si Sebuah Rasa
Aku tak pernah percaya akan cinta yang biasa mereka ceritakan. menurutku itu tak penting dan hanya membuat mereka semakin berkhayal yang tidak tidak. bagiku persahabatan sudah cukup dan apa guna cinta?.
Namun, suatu hari terjadi, saat itu seakan hatiku mulai luluh akan cinta seperti yang mereka katakan. tepatnya pada hari itu, aku bertemu dengannya. seorang pangeran yang membuatku terpaku padanya dan membuatku merasa nyaman saat berada disampingnya. walaupun kejadian itu sangat cepat tapi hal itu terus terpikir dibenakku. beribu hal menjadi tanda tanya "siapa dia? bersekolah dimana dia? pada jenjang berapa dia bersekolah?" dan banyak lagi
kau tak kan mengira kenapa aku bisa bertemu dengannya. sebenarnya, aku hanya bertemu dengannya melalui mimpi semalam. mimpi itu sangat jelas bahkan aku sangat mengingat wajahnya. dia memiliki senyum yang sangat indah yang tak pernah bisa kau bayangkan.
hari demi hari berlalu sangat cepat. hari ini adalah hari kelulusanku, hanya hitungan detik lagi aku akan mulai mencari pekerjaan yang cocok untukku, mungkin bekerja di sebuah perusahaan supaya terlihat lebih keren atau melanjutkan butik ibuku yang sudah berkembang di wilayahku.
Saat acara dimulai, aku dipanggil untuk menuju ke panggung oleh salah satu dosenku. keringat dingin mulai keluar di sekujur badanku. apakah aku tidak lulus? atau mendapat masalah dan akan tidak diluluskan? Namun saat sampai dipanggung pak dosen itu (setauku namanya pak Setiono💃) beliau mengenggam tanganku dan mengucapkan selamat kepadaku. tak kusangka tenyata aku mendapat nilai ip yang tertinggi. hmm leh uga
Setelah berpikir beberapa hari ini, mungkin 2 hari ini, aku memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan fashion yang sangat terkenal saat ini dan bahagianya aku diterima di perusahaan itu. Aku diterima bekerja disana sebagai asisten direktur, Mr. Julian. Aku akan bekerja disana mulai minggu depan. mungkin rencana untuk minggu ini, aku akan mempelajari tentang tugas pekerjaan baruku.
hari yang cerah untuk mulai bekerja. aku datang tepat pada waktunya. Ruang bekerjaku lebih bagus dari yang kubayangkan.
krieekk.... pintu terbuka dan terliat sosok lelaki yang kuyakini sebagai seorang direktur.
"Tapi tunggu dulu, bukankah dia pangeran yang berada pada mimpiku? aku sangat mengingat betul wajahnya dan sangat mirip dengan direktur itu. Apaa tidak salah aku bekerja pada.... PANGERAN DI MIMPIKU SENDIRI😨??!!!"
Bersambung